Blog berisikan berita dan informasi menarik tentang bisnis, kesehatan, kuliner, lifestyle, fashion, teknologi, properti, traveling

Jumat, 26 April 2019

Inilah 6 Hal yang Memengaruhi Premi Asuransi Jiwa

Premi asuransi jiwa memiliki keberagaman, ada biaya yang dipatok murah ada juga yang dipatok mahal. Perbedaan tersebut ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun demikian, asuransi jiwa tetap memiliki hubungan erat dengan kemampuan pembayaran premi seseorang.


Jika terlalu mahal otomatis akan berdampak pada kondisi finansialnya. Oleh karena itu, pertimbangkan uang pertanggungan asuransi saat hendak memilih dengan memperhatikan perencanaan keuangan saat ini atau masa depan.

Ada beberapa faktor yang saling berkesinambungan yang akan menjadi penghitung sebagai penentu premi asuransi jiwa seseorang. Apa sajakah itu? Berikut uraian lengkapnya:

      1.      Usia tertanggung
Biaya premi dipengaruhi oleh usia pengguna. Jika pengguna memiliki usia yang lebih muda, otomatis biaya premi yang dikeluarkan semakin murah. Namun, jika usia pengguna semakin tua, maka biaya premi yang dikeluarkan pun menjadi lebih mahal. Hal tersebut menyesuaikan kebutuhan setiap usia.

Biasanya, premi asuransi jiwa dimudahkan pengaplikasiannya, karena tidak memerlukan pemeriksaan dari klien yang berusia dibawah 30 tahun. Untuk pengguna yang memiliki usia lebih dari 30 tahun, biasanya membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut terkait kesehatan masing - masing individu. Hal tersebut dikarenakan statistik kematian usia dewasa lebih tinggi dibanding usia muda.

      2.      Kebiasaan merokok
Kebiasaan merokok adalah salah satu kegiatan yang dinilai menjadi sumber dari segala penyakit. Oleh karena itu, penyebab penyakit dan kematian akan terlihat besar karena itu pengguna yang aktif merokok akan dikenakan biaya premi jauh lebih mahal dibanding yang tidak merokok.

      3.      Riwayat kesehatan
Jika pengguna memiliki riwayat kesehatan yang buruk, seperti sering terkena penyakit maka biasanya premi pengguna akan menjadi lebih mahal dari yang tidak memiliki riwayat kesehatan.

      4.      Pekerjaan yang dimiliki
Jika Anda bekerja di sebuah instansi maka biasanya biaya premi yang dikeluarkan terbilang kecil. Sebagai contoh, Anda yang bekerja di kantor atau bidang pendidikan.

Namun, sebaliknya jika Anda bekerja di instansi yang memiliki angka risiko kecelakaan dan kematian yang tinggi, maka akan dikenakan biaya premi yang besar. Sebagai contoh, bekerja pada usaha proyekan bangunan, pertambangan, dan lain sebagainya.Jadi, jenis pekerjaan akan menentukan resiko kecelakaan, kematian, hingga biaya premi yang dikeluarkan.

      5.      Masa pertanggungan
Jangka waktu kontrak polis mempengaruhi besar kecilnya premi yang harus dibayar seseorang. Semakin panjang masa pertanggungan polis asuransi, maka semakin mahal pula premi yang harus dibayar, begitu pun sebaliknya. Masa pertanggungan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan misalnya hingga usia tanggungan sudah cukup mandiri menghidupi diri sendiri.
 
       6.      Jumlah keseluruhan uang pertanggungan
Jumlah jaminan yang di perlukan memiliki dampak pada premi yang harus dibayar., Maksudnya, jika ingin dilayani dengan pelayanan terbaik, maka ambillah premi dengan jumlah lebih besar. Namun, jika membayar dengan biaya rendah tentu pelayanan yang diberikan juga menyesuaikan namun tetap membantu kebutuhan Anda. Oleh karena itu, hitunglah dengan tepat dan matang, ya!

Nah, itu tadi adalah hal-hal yang bisa mempengaruhi besar kecilnya premi asuransi jiwa. Jadi, sebelum Anda mengambil keputusan, pikirkan dahulu matang-matang terkait poin-poin di atas, ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar